Langsung ke konten utama

TUHAN PENOPANGKU

TUHAN itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk. (Mazmur 145:14)



Saya pernah berada dalam titik nadir terkait keyakinan kepada Allah. Hal itu terjadi ketika ibu saya sakit keras dan membutuhkan biaya cukup banyak. Dalam kondisi hampir putus asa, saya mengirim pesan singkat kepada gembala gereja, rekan pelayanan, dan komunitas untuk menopang dalam doa. Sesuatu terjadi dan saya merasa ada Tuhan mulai bekerja memberi kekuatan baru sekaligus menopang iman dan pengharapan saya yang sempat melemah. Sejak itu, saya meyakini bahwa ibu saya akan sembuh, semua biaya akan tercukupi, dan terjadilah demikian.

Dalam kumpulan mazmurnya, Daud tak sekadar mengarang sesuatu supaya terlihat bagus dan menarik untuk dibaca dan dilagukan. Kumpulan mazmur yang ditulis olehnya berasal dari pengalaman pribadinya bersama Allah yang disembahnya. Termasuk ketika Daud berkata bahwa Tuhan adalah penopang bagi semua yang terjatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk. Ia sendiri mengalami betapa Tuhan telah menguatkan roh, jiwa, dan tubuhnya sehingga sekalipun mengalami tekanan hidup yang luar biasa, Daud tak pernah jatuh tergeletak dan tak berdaya. Kekuatan dari Allah sungguh menopang kehidupan Daud sehingga ia dapat berdiri tegak menjalani hidupnya hingga masa tuanya.

Sampai hari ini Tuhan masih bekerja dengan kekuatan-Nya untuk menopang umat-Nya sehingga tak sampai jatuh tergeletak. Tuhan jugalah yang sanggup menegakkan kembali iman dan pengharapan orang percaya, sehingga kita dapat menjalani kehidupan ini dengan kepala tegak, pertanda kita percaya bahwa Tuhan bersama kita. 


Penulis: Lesta Humendru


Catatan:

1. Tulisan ini juga tersedia dalam versi Bahasa Inggris yang ditampilkan di laman website resmi kami.
2. Dukunglah kami lewat doa dan uluran tangan saudara/i.
3. Jika saudara/i ingin menampilkan kesaksian rohani tentang Kasih Tuhan di blog kami, silahkan hubungi kami di WA. 082370748014 atau kirim via email Bang.lesta94@gmail.com
4. Jika ada saran dan masukan terhadap tulisan kami, silahkan kirimkan langsung kepada kami.
5. Kepada saudara/i yang ingin menyalurkan dukungan kepada kami, silahkan melalui rekening berikut:
BRI. 0176-01-068696-50-1 (an. Lestariaman Humendru)
6. Jika saudara/i merasa terberkati dengan tulisan kami ini, kami mengharapkan saudara/i hendak membagikan tulisan kami kepada saudara/i yang lain, supaya kita masing masing mendapatkan wawasan, ilmu pengetahuan yang sama tentang kasih Allah kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERPISAHAN

PERPISAHAN Cinta Jika kau ingin pergi dariku Tolong tinggalkanlah sebuah narkoba Agar candunya menggantikan candumu Cinta Pikirkanlah sekali lagi Aku akan terluka Bila kau tinggalkan aku sendiri Cinta Bila kau pergi Tidak akan ada lagi cahaya Bahkan tak ada lagi semangat pada diri ini Aku tahu Aku lelaki paling sesat Yang tak tahu malu Mengharapkan kisah kita tak sesaat Cinta Aku mohon jangan kau pergi Karena kepergianmu akan menjadi luka Yang akan membuat banjir netra ini Cinta Aku tahu aku tak pantas mengharapkan apapun Bahkan mengharapkan restu dari papa dan mama Itu hanya sebatas angan dan lamun Namun cinta Percayalah padaku Jika kamu pergi dari ku Hidupku tak lagi berguna Dan bila kamu tetap pergi Aku akan tetap berdiri disini Memunguti kepingan hati Dan merawatnya sampai kau kembali Karya: Kanaya Ardellia Putri & Lesta Humendru

TAKUT KEMATIAN

Orang yang telah mati itu datang keluar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka, "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi." ( Yohanes 11:44 ) Yesus Membangkitkan Lazarus Banyak ketakutan dialami manusia. Contohnya takut gelap, takut ketinggian, takut membuat kesalahan dan takut menderita kerugian. Dari semua ketakutan itu, ada satu ketakutan terbesar, yakni takut akan kematian. " Itu karena tidak ada orang yang punya pengalaman kematian , " seseorang menuturkan pendapatnya kepada saya. Meskipun diluar sana banyak asumsi dan banyak yang mengalaminya, namun cerita dari mereka masih belum kita rasakan. Bila kita mencari di seluruh dunia ini, tidak akan kita temukan seorang yang mampu memberi tahu bagaimana rasanya mati. Semua cerita tentangnya seakan hanya seperti dongeng belaka.  Manusia mayoritas memiliki sifat percaya setelah mengalami sesuatu. Makanya cerita tentang kematian...