Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Karya Lesta

NEVER DOUBT

Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah? ( Amsal 18:14 ) Suatu pagi, saya sedikit berargumen dengan ibu saya karena beliau terus-menerus mengeluhkan kondisi tubuhnya yang terasa lemah. Saya agak terganggu melihat kurangnya semangat dalam dirinya, sehingga mencoba mendorongnya agar mengobarkan semangat untuk bangun dan memulai aktivitas. Namun, upaya saya terlihat sia-sia karena ibu saya memilih menyerah pada kelemahan tubuhnya. Hingga suatu hari ibu saya mulai bangkit semangatnya dan dapat memulai aktivitas sepanjang hari tersebut. Ada dua hal kontradiktif yang disajikan penulis kitab Amsal hari ini, mengenai efek dari semangat dalam diri seseorang. Orang yang bersemangat diyakini dapat menanggung penderitaan yang sedang dialaminya.  Sebaliknya, orang yang sudah patah semangat, sukar untuk dipulihkan, sehingga penulis Amsal sampai menuliskannya dengan nada bertanya. Kuncinya ada pada diri orang yang patah ...

NYANYIAN SEBAGAI PEMBENTUK JATI DIRI

Secara berbalas-balasan mereka menyanyikan bagi TUHAN nyanyian pujian dan syukur: "Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya kepada Israel!" Dan seluruh umat bersorak-sorai dengan nyaring sambil memuji-muji TUHAN, oleh karena dasar rumah Tuhan telah diletakkan. ( Ezra 3:11 ) Komunitas Pemuda GBI Zaitun Kasih Karunia, Batam Pada abad ke-6 SM, kerajaan Yehuda dijajah oleh kerajaan Babel. Umat Allah dipaksa keluar dari tanah air mereka untuk tinggal di Babel. Selama hidup di sana, mereka harus mengikuti gaya hidup bangsa Babel. Kita bisa melihat kisah Daniel sebagai contohnya. Nama Yahudi mereka pun diganti dengan nama khas Babel. Mereka juga dilarang menyembah Allah Yahwe. Kerajaan Babel mencabut jati diri bangsa jajahannya sampai ke akarnya. Setelah puluhan tahun dalam masa pembuangan, Allah memulangkan umat-Nya ke Yerusalem. Hal pertama yang mereka lakukan adalah membangun Bait Suci yang sudah dibumihanguskan oleh Babel (ay. 8-9). Hal ini sang...