Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Standar Bahagia

STANDAR BAHAGIA

"Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." (Matius 5:12). Ungkapan yang nyaris membuat kita jadi kurang nyaman kerap diucap oleh beberapa sahabat kita yang tidak bisa menerima keadaan yang sedang terjadi. Ungkapan dimaksud nyaris menyayat hati kita; " Bagaimana saya bahagia kalau rumah saja masih kontrak?" " Kalau saya, tinggal di rumah kontrakan bahagia-bahagia saja, selama masih kumpul dengan anak-istri."  " Sekalipun sudah punya rumah sendiri, kalau tidak punya penghasilan, bagaimana mau bahagiakan anak-istri?"  " Penghasilan saya besar. Kebutuhan hidup tercukupi. Tapi saya tidak bahagia karena penyakit yang saya derita." Saya dan sahabat barangkali bertanya dalam hati, apa patokan yang menjadi standar kebahagiaan? Setiap orang bisa memiliki standar yang berbeda satu dengan yang lain. Tercapainya sebuah harapan bahkan tak selalu menjamin t...