Langsung ke konten utama

PANGGILAN TUHAN

"Ya, Tuhan, berilah telinga kepada doa hamba-Mu ini dan kepada doa hamba-hamba-Mu yang rela takut akan nama-Mu, dan biarlah hamba-Mu berhasil hari ini dan mendapat belas kasihan dari orang ini." Ketika itu aku ini juru minuman raja. (Nehemia 1:11)

Doc. Foto bersama Pemenang lomba Pidato Bahasa Inggris (2020)

Saat merencanakan untuk melanjutkan studi, apakah yang Anda pertimbangkan untuk memilih atau tidak memilih bidang spesialisasi tertentu. Atau jika Anda sedang berburu dan ingin beralih pekerjaan, apa yang mendorong anda memilih pekerjaan, tempat kerja, dan bidang usaha tertentu? 

Apakah penghasilan yang Anda kejar? Minatkah? Atau jabatan lebih tinggi? Kekuasaan dan pengaruh lebih besar? Kebebasan? Popularitas? Atau passion? Karena pekerjaan itu mudah dilakukan? Atau, daripada menganggur?

Bersyukur kita hidup di era yang menyediakan banyak variasi pekerjaan. Jadi, meskipun sulit mendapatkan pekerjaan yang sepenuhnya memenuhi keinginan, kita toh masih memiliki pilihan.

Berbeda dengan zaman Nehemia. Nehemia sebetulnya telah memiliki pekerjaan yang bergengsi dan sangat diidamkan, yakni sebagai juru minuman raja. Namun ia justru memilih melakukan pekerjaan yang tidak terpikirkan, bahkan tidak diinginkan karena besarnya risiko. 

Membangun tembok Yerusalem sembari siap berperang melawan musuh. Tanpa keahlian maupun pengalaman, Nehemia memimpin sambil bekerja. Satu tangan memikul dan mengangkut, tangan yang lain menggenggam pedang (Neh. 4:18).

Penting kita bertanya ketika memilih bidang studi, meniti karier, ataupun membangun usaha. Adakah ini merupakan panggilan dari Tuhan?

Adakalanya Tuhan justru menghadapkan kita dengan kondisi penuh tantangan dan berisiko. Namun kehendak Tuhan haruslah kita terima dan lakukan dengan segenap hati. Tuhan niscaya terus menyertai hingga tugas-Nya kita tuntaskan. Amin.

Penulis: Lesta Humendru


Catatan:

1. Tulisan ini juga tersedia dalam versi Bahasa Inggris yang ditampilkan di laman website resmi kami.
2. Dukunglah kami lewat doa dan uluran tangan saudara/i.
3. Jika saudara/i ingin menampilkan kesaksian rohani tentang Kasih Tuhan di blog kami, silahkan hubungi kami di WA. 082370748014 atau kirim via email Bang.lesta94@gmail.com
4. Jika ada saran dan masukan terhadap tulisan kami, silahkan kirimkan langsung kepada kami.
5. Kepada saudara/i yang ingin menyalurkan dukungan kepada kami, silahkan melalui rekening berikut:
BRI. 0176-01-068696-50-1 (an. Lestariaman Humendru)
6. Jika saudara/i merasa terberkati dengan tulisan kami ini, kami mengharapkan saudara/i hendak membagikan tulisan kami kepada saudara/i yang lain, supaya kita masing masing mendapatkan wawasan, ilmu pengetahuan yang sama tentang kasih Allah kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERPISAHAN

PERPISAHAN Cinta Jika kau ingin pergi dariku Tolong tinggalkanlah sebuah narkoba Agar candunya menggantikan candumu Cinta Pikirkanlah sekali lagi Aku akan terluka Bila kau tinggalkan aku sendiri Cinta Bila kau pergi Tidak akan ada lagi cahaya Bahkan tak ada lagi semangat pada diri ini Aku tahu Aku lelaki paling sesat Yang tak tahu malu Mengharapkan kisah kita tak sesaat Cinta Aku mohon jangan kau pergi Karena kepergianmu akan menjadi luka Yang akan membuat banjir netra ini Cinta Aku tahu aku tak pantas mengharapkan apapun Bahkan mengharapkan restu dari papa dan mama Itu hanya sebatas angan dan lamun Namun cinta Percayalah padaku Jika kamu pergi dari ku Hidupku tak lagi berguna Dan bila kamu tetap pergi Aku akan tetap berdiri disini Memunguti kepingan hati Dan merawatnya sampai kau kembali Karya: Kanaya Ardellia Putri & Lesta Humendru

TAKUT KEMATIAN

Orang yang telah mati itu datang keluar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka, "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi." ( Yohanes 11:44 ) Yesus Membangkitkan Lazarus Banyak ketakutan dialami manusia. Contohnya takut gelap, takut ketinggian, takut membuat kesalahan dan takut menderita kerugian. Dari semua ketakutan itu, ada satu ketakutan terbesar, yakni takut akan kematian. " Itu karena tidak ada orang yang punya pengalaman kematian , " seseorang menuturkan pendapatnya kepada saya. Meskipun diluar sana banyak asumsi dan banyak yang mengalaminya, namun cerita dari mereka masih belum kita rasakan. Bila kita mencari di seluruh dunia ini, tidak akan kita temukan seorang yang mampu memberi tahu bagaimana rasanya mati. Semua cerita tentangnya seakan hanya seperti dongeng belaka.  Manusia mayoritas memiliki sifat percaya setelah mengalami sesuatu. Makanya cerita tentang kematian...