Langsung ke konten utama

INGAT PERBUATAN TUHAN

Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu, dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu. (Mazmur 77:12)

Tuhan Yesus Mengasihi anak anak

Selama bertahun-tahun seorang pria mencatat setiap doa dan setiap berkat tak terduga yang dialami keluarganya dalam sebuah buku kecil. Tetapi buku kecil itu hilang entah di mana. 

Setahun kemudian keluarganya ditimpa sebuah masalah pelik. Saat ia merebahkan tubuhnya di sofa, secara tak sengaja tangannya menyentuh sesuatu yang terselip di balik sofanya. Itu adalah buku kecil yang sudah bertahun-tahun hilang. 

Ia mulai membaca kembali setiap halaman di buku dengan mata berlinang. Pria itu berkata, "Catatan di buku itu mengingatkanku kembali akan kesetiaan Allah, aku yang sudah lemah dikuatkan-Nya kembali."

Asaf, menceritakan kondisi imannya yang mulai ragu-ragu akan kesetiaan Allah. Keraguan dan kelemahan iman yang dialaminya itu bahkan membuat mulutnya mengucapkan sebuah perkataan, "Sudah lupakah Allah menaruh belas kasihan?" (ay. 10). 

Tetapi di tengah-tengah keraguannya itu ia tersadar bahwa semua keluhan dan keraguannya itu sama sekali tidaklah berdasar. Asaf pun kembali mengingat perbuatan Tuhan dan berkata, "Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan Tuhan, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala" (ay. 12).

Ada sebuah masa di mana hidup itu terasa begitu berat. Alih-alih mengingat kebaikan Allah, kita justru mempertanyakan kesetiaan Allah dalam hidup kita. 

"Sudah lupakah Allah kepadaku?" Belajar dari Asaf, mari mengingat kembali "catatan kebaikan dan berkat" yang telah Allah lakukan dalam hidup kita. 

Mungkinkah kita menghitung semua kebaikan-Nya itu? Itulah bukti kesetiaan-Nya dan akan terus Ia lakukan kepada kita meski kita kerap meragukan-Nya. 


Penulis: Lesta Humendru


Catatan:

1. Tulisan ini juga tersedia dalam versi Bahasa Inggris yang ditampilkan di laman website resmi kami.
2. Dukunglah kami lewat doa dan uluran tangan saudara/i.
3. Jika saudara/i ingin menampilkan kesaksian rohani tentang Kasih Tuhan di blog kami, silahkan hubungi kami di WA. 082370748014 atau kirim via email Bang.lesta94@gmail.com
4. Jika ada saran dan masukan terhadap tulisan kami, silahkan kirimkan langsung kepada kami.
5. Kepada saudara/i yang ingin menyalurkan dukungan kepada kami, silahkan melalui rekening berikut:
BRI. 0176-01-068696-50-1 (an. Lestariaman Humendru)
6. Jika saudara/i merasa terberkati dengan tulisan kami ini, kami mengharapkan saudara/i hendak membagikan tulisan kami kepada saudara/i yang lain, supaya kita masing masing mendapatkan wawasan, ilmu pengetahuan yang sama tentang kasih Allah kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERPISAHAN

PERPISAHAN Cinta Jika kau ingin pergi dariku Tolong tinggalkanlah sebuah narkoba Agar candunya menggantikan candumu Cinta Pikirkanlah sekali lagi Aku akan terluka Bila kau tinggalkan aku sendiri Cinta Bila kau pergi Tidak akan ada lagi cahaya Bahkan tak ada lagi semangat pada diri ini Aku tahu Aku lelaki paling sesat Yang tak tahu malu Mengharapkan kisah kita tak sesaat Cinta Aku mohon jangan kau pergi Karena kepergianmu akan menjadi luka Yang akan membuat banjir netra ini Cinta Aku tahu aku tak pantas mengharapkan apapun Bahkan mengharapkan restu dari papa dan mama Itu hanya sebatas angan dan lamun Namun cinta Percayalah padaku Jika kamu pergi dari ku Hidupku tak lagi berguna Dan bila kamu tetap pergi Aku akan tetap berdiri disini Memunguti kepingan hati Dan merawatnya sampai kau kembali Karya: Kanaya Ardellia Putri & Lesta Humendru

TAKUT KEMATIAN

Orang yang telah mati itu datang keluar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka, "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi." ( Yohanes 11:44 ) Yesus Membangkitkan Lazarus Banyak ketakutan dialami manusia. Contohnya takut gelap, takut ketinggian, takut membuat kesalahan dan takut menderita kerugian. Dari semua ketakutan itu, ada satu ketakutan terbesar, yakni takut akan kematian. " Itu karena tidak ada orang yang punya pengalaman kematian , " seseorang menuturkan pendapatnya kepada saya. Meskipun diluar sana banyak asumsi dan banyak yang mengalaminya, namun cerita dari mereka masih belum kita rasakan. Bila kita mencari di seluruh dunia ini, tidak akan kita temukan seorang yang mampu memberi tahu bagaimana rasanya mati. Semua cerita tentangnya seakan hanya seperti dongeng belaka.  Manusia mayoritas memiliki sifat percaya setelah mengalami sesuatu. Makanya cerita tentang kematian...