Langsung ke konten utama

BEST CHOICE

Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmu lah Allahku (Rut 1:16)



Ketika dihadapkan kepada dua pilihan: pilihan baik atau pilihan buruk, kita dapat dengan mudah mengambil pilihan yang baik. Namun, bagaimana jika kita dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama baik? Merasa bingung? Tentu saja. Karena sekalipun dua pilihan itu tampak sama baik, ada satu dari keduanya yang merupakan pilihan terbaik.

Hari itu ketika Naomi menyuruh kedua menantunya pulang ke rumah mereka masing-masing, maka segera di hadapan Orpa dan Rut terbentang dua pilihan yang sangat sulit. Pilihan pertama, pulang kembali ke rumah mereka di Moab dan seperti harapan mertuanya, mereka dapat kembali berumah tangga. 

Pilihan kedua, tetap tinggal mengikuti mertuanya pulang ke tanah Yehuda. Faktanya, dari dua pilihan tersebut, tidak ada yang buruk. Bagi seorang janda, kembali berumah tangga dapat menjadi sebuah kerinduan. Dan lagi, bukankah kembali ke rumah juga adalah keinginan mertuanya? Pilihan pertama inilah yang diambil oleh Orpa. 

Berbeda dengan iparnya, Rut memilih tetap tinggal. Alasannya, menurut perkataan Rut, "... bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku." Rupanya, Rut bersikeras mengikuti mertuanya karena ia tidak ingin terpisah jauh dari Allah Israel. Orpa telah mengambil pilihan yang baik, tetapi Rut mengambil pilihan yang terbaik.

Kita dapat mengadopsi hikmat Rut dalam mengambil keputusan. Dalam kehidupan sehari-hari, ketika dihadapkan pada dua, atau bahkan, banyak pilihan, maka ambillah pilihan yang memuliakan nama Tuhan. Karena ketika kita mendahulukan Tuhan, maka pilihan kita sudah pasti selalu menjadi pilihan yang terbaik.


Penulis: Lesta Humendru


Catatan:

1. Tulisan ini juga tersedia dalam versi Bahasa Inggris yang ditampilkan di laman website resmi kami.
2. Dukunglah kami lewat doa dan uluran tangan saudara/i.
3. Jika saudara/i ingin menampilkan kesaksian rohani tentang Kasih Tuhan di blog kami, silahkan hubungi kami di WA. 082370748014 atau kirim via email Bang.lesta94@gmail.com
4. Jika ada saran dan masukan terhadap tulisan kami, silahkan kirimkan langsung kepada kami.
5. Kepada saudara/i yang ingin menyalurkan dukungan kepada kami, silahkan melalui rekening berikut:
BRI. 0176-01-068696-50-1 (an. Lestariaman Humendru)
6. Jika saudara/i merasa terberkati dengan tulisan kami ini, kami mengharapkan saudara/i hendak membagikan tulisan kami kepada saudara/i yang lain, supaya kita masing masing mendapatkan wawasan, ilmu pengetahuan yang sama tentang kasih Allah kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERPISAHAN

PERPISAHAN Cinta Jika kau ingin pergi dariku Tolong tinggalkanlah sebuah narkoba Agar candunya menggantikan candumu Cinta Pikirkanlah sekali lagi Aku akan terluka Bila kau tinggalkan aku sendiri Cinta Bila kau pergi Tidak akan ada lagi cahaya Bahkan tak ada lagi semangat pada diri ini Aku tahu Aku lelaki paling sesat Yang tak tahu malu Mengharapkan kisah kita tak sesaat Cinta Aku mohon jangan kau pergi Karena kepergianmu akan menjadi luka Yang akan membuat banjir netra ini Cinta Aku tahu aku tak pantas mengharapkan apapun Bahkan mengharapkan restu dari papa dan mama Itu hanya sebatas angan dan lamun Namun cinta Percayalah padaku Jika kamu pergi dari ku Hidupku tak lagi berguna Dan bila kamu tetap pergi Aku akan tetap berdiri disini Memunguti kepingan hati Dan merawatnya sampai kau kembali Karya: Kanaya Ardellia Putri & Lesta Humendru

TAKUT KEMATIAN

Orang yang telah mati itu datang keluar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka, "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi." ( Yohanes 11:44 ) Yesus Membangkitkan Lazarus Banyak ketakutan dialami manusia. Contohnya takut gelap, takut ketinggian, takut membuat kesalahan dan takut menderita kerugian. Dari semua ketakutan itu, ada satu ketakutan terbesar, yakni takut akan kematian. " Itu karena tidak ada orang yang punya pengalaman kematian , " seseorang menuturkan pendapatnya kepada saya. Meskipun diluar sana banyak asumsi dan banyak yang mengalaminya, namun cerita dari mereka masih belum kita rasakan. Bila kita mencari di seluruh dunia ini, tidak akan kita temukan seorang yang mampu memberi tahu bagaimana rasanya mati. Semua cerita tentangnya seakan hanya seperti dongeng belaka.  Manusia mayoritas memiliki sifat percaya setelah mengalami sesuatu. Makanya cerita tentang kematian...