Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik, yaitu tanah air surgawi. Sebab itu, Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka. (Ibrani 11:16)
Adalah teman saya yang Suami istri, membuat saya salut. Karena seringnya berpindah tempat tinggal, mereka selalu menyiapkan koper dan ransel. Mereka menahan diri belanja, sehingga tidak memiliki banyak barang.
Adalah teman saya yang Suami istri, membuat saya salut. Karena seringnya berpindah tempat tinggal, mereka selalu menyiapkan koper dan ransel. Mereka menahan diri belanja, sehingga tidak memiliki banyak barang.
Ini mereka lakukan agar memudahkan proses kepindahan. Mereka melayani sebagai misionaris dan pelayanan mereka menjadi berkat di mana pun mereka ditempatkan.
Tinggal sementara di tempat yang Tuhan tentukan juga menjadi bagian dari kehidupan para saksi iman. Mereka tidak pernah memiliki tempat tinggal yang tetap.
Tinggal sementara di tempat yang Tuhan tentukan juga menjadi bagian dari kehidupan para saksi iman. Mereka tidak pernah memiliki tempat tinggal yang tetap.
Abraham sekalipun hanya tinggal sementara di tanah perjanjian, itu pun hanya berkemah (ay. 9). Belum lagi para tokoh iman lainnya. Mereka bahkan ada yang tinggal di gurun, pegunungan, gua, dan celah-celah gunung (ay. 38).
Namun mereka bertahan karena iman mereka. Tujuan penulis kitab Ibrani mendaftarkan para tokoh iman dengan penderitaan yang mereka alami adalah agar kita pun meneladani ketekunan mereka. Untuk itu, mata kita haruslah senantiasa tertuju kepada Kristus (Ibr. 12:2-3).
Keadaan kita saat ini tentu tidak sepadan dengan risiko dan bahaya yang dihadapi para tokoh di zaman Alkitab. Mereka menantikan kedatangan Kristus yang dijanjikan, sedangkan kita tinggal menikmati penggenapan janji itu.
Keadaan kita saat ini tentu tidak sepadan dengan risiko dan bahaya yang dihadapi para tokoh di zaman Alkitab. Mereka menantikan kedatangan Kristus yang dijanjikan, sedangkan kita tinggal menikmati penggenapan janji itu.
Namun sikap mereka dapat kita contoh. Kita harus senantiasa mengingatkan diri kita, bahwa bumi hanya tempat tinggal kita sementara. Pada dasarnya kita adalah perantau. Suatu saat nanti, kita pasti tiba di tanah perjanjian yang kekal, yakni surga yang dijanjikan oleh Kristus (Yoh. 14:2).
Penulis: Lesta Humendru
Catatan:
1. Tulisan ini juga tersedia dalam versi Bahasa Inggris yang ditampilkan di laman website resmi kami.
2. Dukunglah kami lewat doa dan uluran tangan saudara/i.
3. Jika saudara/i ingin menampilkan kesaksian rohani tentang Kasih Tuhan di blog kami, silahkan hubungi kami di WA. 082370748014 atau kirim via email Bang.lesta94@gmail.com
4. Jika ada saran dan masukan terhadap tulisan kami, silahkan kirimkan langsung kepada kami.
5. Kepada saudara/i yang ingin menyalurkan dukungan kepada kami, silahkan melalui rekening berikut:
BRI. 0176-01-068696-50-1 (an. Lestariaman Humendru)
6. Jika saudara/i merasa terberkati dengan tulisan kami ini, kami mengharapkan saudara/i hendak membagikan tulisan kami kepada saudara/i yang lain, supaya kita masing masing mendapatkan wawasan, ilmu pengetahuan yang sama tentang kasih Allah kita.
Komentar
Posting Komentar