Langsung ke konten utama

PENDERITAAN

Ia menahan segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. (1 Korintus 13:7)


Penderitaan Yesus

Ketika saya menjaga ibu saya di rumah sakit bersama adik perempuan saya, muncul sebuah pertanyaan yang terus berputar di benak adalah, "Mengapa orang percaya harus menderita?" Menunggu di samping tempat tidur ibu sambil terus memperhatikan kebutuhan infus obat, vitamin, dan makanan adalah pekerjaan yang sepertinya tanpa makna. 

Ibu juga tidak mampu lagi berkomunikasi karena tidak punya energi. Masa-masa menunggu tanpa kepastian akan kesembuhan ibu membuat seolah tidak ada kepastian kapan penderitaan itu akan berakhir.

Banyak lagi penderitaan lain yang diderita baik oleh orang percaya maupun bukan. Lalu, jika semua manusia menderita, apakah yang membedakan kita dengan mereka? Jawabannya adalah kasih

Rasul Paulus mengungkapkan makna kasih dengan indah dalam suratnya kepada jemaat di Korintus. Salah satu pernyataan kasih adalah sabar menanggung segala sesuatu, termasuk penderitaan. 

Kasih bahkan menuntut jauh lebih banyak daripada yang bisa kita lakukan atau bayangkan. Untuk itu, Tuhan Yesus sudah memberikan teladan-Nya. 

Ia bahkan terus memberi hikmat dan kekuatan agar kita dapat melaksanakan perintah-Nya, yakni saling mengasihi.

Saya sungguh bersyukur dan berterima kasih atas perhatian, dukungan, doa, dan segenap bantuan yang kami terima dari saudara seiman selama ibunda sakit hingga dijemput pulang oleh Bapa Surgawi sekitar tiga tahun lalu. 

Sungguh melimpah kasih Kristus yang kami rasakan melalui dukungan itu. Melalui penderitaan, kasih Kristus dapat diwujudkan secara nyata oleh semua pengikut-Nya. 

Penulis: Lesta Humendru
Sumber: James D'alexander (Cannada)


Catatan:

1. Tulisan ini juga tersedia dalam versi Bahasa Inggris yang ditampilkan di laman website resmi kami.
2. Dukunglah kami lewat doa dan uluran tangan saudara/i.
3. Jika saudara/i ingin menampilkan kesaksian rohani tentang Kasih Tuhan di blog kami, silahkan hubungi kami di WA. 082370748014 atau kirim via email Bang.lesta94@gmail.com
4. Jika ada saran dan masukan terhadap tulisan kami, silahkan kirimkan langsung kepada kami.
5. Kepada saudara/i yang ingin menyalurkan dukungan kepada kami, silahkan melalui rekening berikut:
BRI. 0176-01-068696-50-1 (an. Lestariaman Humendru)
6. Jika saudara/i merasa terberkati dengan tulisan kami ini, kami mengharapkan saudara/i hendak membagikan tulisan kami kepada saudara/i yang lain, supaya kita masing masing mendapatkan wawasan, ilmu pengetahuan yang sama tentang kasih Allah kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERPISAHAN

PERPISAHAN Cinta Jika kau ingin pergi dariku Tolong tinggalkanlah sebuah narkoba Agar candunya menggantikan candumu Cinta Pikirkanlah sekali lagi Aku akan terluka Bila kau tinggalkan aku sendiri Cinta Bila kau pergi Tidak akan ada lagi cahaya Bahkan tak ada lagi semangat pada diri ini Aku tahu Aku lelaki paling sesat Yang tak tahu malu Mengharapkan kisah kita tak sesaat Cinta Aku mohon jangan kau pergi Karena kepergianmu akan menjadi luka Yang akan membuat banjir netra ini Cinta Aku tahu aku tak pantas mengharapkan apapun Bahkan mengharapkan restu dari papa dan mama Itu hanya sebatas angan dan lamun Namun cinta Percayalah padaku Jika kamu pergi dari ku Hidupku tak lagi berguna Dan bila kamu tetap pergi Aku akan tetap berdiri disini Memunguti kepingan hati Dan merawatnya sampai kau kembali Karya: Kanaya Ardellia Putri & Lesta Humendru

TAKUT KEMATIAN

Orang yang telah mati itu datang keluar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka, "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi." ( Yohanes 11:44 ) Yesus Membangkitkan Lazarus Banyak ketakutan dialami manusia. Contohnya takut gelap, takut ketinggian, takut membuat kesalahan dan takut menderita kerugian. Dari semua ketakutan itu, ada satu ketakutan terbesar, yakni takut akan kematian. " Itu karena tidak ada orang yang punya pengalaman kematian , " seseorang menuturkan pendapatnya kepada saya. Meskipun diluar sana banyak asumsi dan banyak yang mengalaminya, namun cerita dari mereka masih belum kita rasakan. Bila kita mencari di seluruh dunia ini, tidak akan kita temukan seorang yang mampu memberi tahu bagaimana rasanya mati. Semua cerita tentangnya seakan hanya seperti dongeng belaka.  Manusia mayoritas memiliki sifat percaya setelah mengalami sesuatu. Makanya cerita tentang kematian...