Semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian yang dibuat Dorkas waktu ia masih bersama mereka. (Kisah Para Rasul 9:39)
Tuhan menciptakan manusia sebagai sarana penerima berkat dari-Nya. Namun demikian, Dia juga menciptakan manusia sebagai sarana penyalur berkat bagi orang lain. Tidak hanya berfokus kepada kebutuhan atau keinginan diri sendiri, Tuhan rindu kita memperhatikan kehidupan orang lain.
Tuhan menciptakan manusia sebagai sarana penerima berkat dari-Nya. Namun demikian, Dia juga menciptakan manusia sebagai sarana penyalur berkat bagi orang lain. Tidak hanya berfokus kepada kebutuhan atau keinginan diri sendiri, Tuhan rindu kita memperhatikan kehidupan orang lain.
Saat dunia lantang berseru, "Ambil semua yang bisa Anda dapat!" Tuhan berbisik, "Bagikan sebagian yang kau terima dari-Ku kepada orang lain yang membutuhkan!" Sulitkah hal ini kita lakukan? Tidak, sekiranya kita menyadari segala yang kita miliki bukan milik kita sendiri, melainkan pemberian Tuhan.
Tuhan, Sang Pemberi Berkat, rindu kita tidak sekadar mengonsumsi, tetapi juga berkontribusi. Dorkas adalah teladan seorang yang menjawab kerinduan hati Tuhan.
Tuhan, Sang Pemberi Berkat, rindu kita tidak sekadar mengonsumsi, tetapi juga berkontribusi. Dorkas adalah teladan seorang yang menjawab kerinduan hati Tuhan.
Faktanya, firman Tuhan tidak menyebut Dorkas sebagai seorang kaya atau miskin. Ia disebut sebagai perempuan yang banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah (ay. 36).
Segala berkat yang Dorkas terima dari Tuhan, tidak habis untuk konsumsi diri sendiri, tetapi ia kontribusikan sebagian untuk membantu para janda yang berkekurangan (ay. 39). Tidak heran orang-orang menginginkan Dorkas hidup lebih lama di dunia.
Tidak salah kita mengharapkan kelimpahan berkat dari Tuhan. Tidak salah pula kita menikmati berkat-berkat Tuhan. Hanya saja jangan pernah kita melupakan orang-orang di sekitar kita yang membutuhkan bantuan.
Tidak salah kita mengharapkan kelimpahan berkat dari Tuhan. Tidak salah pula kita menikmati berkat-berkat Tuhan. Hanya saja jangan pernah kita melupakan orang-orang di sekitar kita yang membutuhkan bantuan.
Alih-alih serakah mengonsumsi, milikilah hati yang mau berkontribusi. Tidak perlu khawatir. Kebahagiaan kita tidak akan berkurang, tetapi justru bertambah-tambah.
Ingatlah firman Tuhan mengatakan, "Lebih berbahagia memberi daripada menerima." (Kis. 20:35). Hari ini, selain mengonsumsi berkat, mari kita bersedia berkontribusi.
Penulis: Lesta Humendru
Note:
1. Tulisan ini juga tersedia dalam versi Bahasa Inggris yang ditampilkan di laman website resmi kami.
2. Dukunglah kami lewat doa dan uluran tangan saudara/i.
3. Jika saudara/i ingin menampilkan kesaksian rohani tentang Kasih Tuhan di blog kami, silahkan hubungi kami di WA. 082370748014 atau kirim via email Bang.lesta94@gmail.com
4. Jika ada saran dan masukan terhadap tulisan kami, silahkan kirimkan langsung kepada kami.
5. Kepada saudara/i yang ingin menyalurkan dukungan kepada kami, silahkan melalui rekening berikut:
BRI. 0176-01-068696-50-1 (an. Lestariaman Humendru)
6. Kami meminta saudara/i untuk membagikan tulisan kami kepada saudara/i yang lain, supaya kita masing masing mendapatkan wawasan, ilmu pengetahuan yang sama tentang kasih Allah kita.
Mantap hebat dan super hebat tetap sangat buat Tuhan 👍💪
BalasHapusMakasih banyak
HapusTuhan Yesus memberkati