Langsung ke konten utama

KESABARAN KRISTUS

Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian, aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang ke (1 Timotius 1:16)


Kita hidup di tengah zaman yang serba instan. Kondisi ini tanpa disadari justru membuat orang semakin mudah kehilangan kesabaran, karena ada banyak hal yang dahulu sukar diperoleh, atau setidaknya membutuhkan upaya untuk memperolehnya, kini bisa diperoleh dengan cepat. 

Namun, kondisi serupa jika direnungkan justru dapat dimanfaatkan untuk melatih kesabaran dalam banyak perkara, termasuk kesabaran dalam menantikan perubahan hidup orang lain.

Paulus dalam suratnya kepada Timotius, mengakui bahwa kesabaran Kristus yang menjadi kunci dalam pertobatan yang dialaminya. Paulus yang masa lalunya adalah seorang yang ganas, penghujat dan penganiaya (ay. 13), namun bertobat menjadi rasul yang hebat oleh karena kesabaran Kristus. 

Pengalaman hidup yang dapat menjadi harapan bagi setiap orang yang merasa hidupnya sungguh buruk, bahwa kesabaran Kristus pun dapat berbuah manis berupa perubahan hidup yang drastis. Begitu pula ada harapan bagi orang yang kita rindukan untuk bertobat dan percaya kepada Kristus.

Dalam sejarah kehidupan manusia, Allah sering menunjukkan kesabaran supaya manusia dapat menyadari kesalahannya, lalu bertobat dan mengalami perubahan hidup.

Kehidupan yang kita alami saat ini mungkin juga hasil dari kesabaran Kristus, jika kita mau mengingat masa lalu kita yang kelam. Suatu pengalaman berharga yang dapat kita teruskan dengan menunjukkan kesabaran dalam diri kita, termasuk dalam menantikan perubahan hidup dari orang yang kita kasihi. 

Penulis: Lesta Humendru


Catatan:

1. Tulisan ini juga tersedia dalam versi Bahasa Inggris yang ditampilkan di laman website resmi kami.
2. Dukunglah kami lewat doa dan uluran tangan saudara/i.
3. Jika saudara/i ingin menampilkan kesaksian rohani tentang Kasih Tuhan di blog kami, silahkan hubungi kami di WA. 082370748014 atau kirim via email Bang.lesta94@gmail.com
4. Jika ada saran dan masukan terhadap tulisan kami, silahkan kirimkan langsung kepada kami.
5. Kepada saudara/i yang ingin menyalurkan dukungan kepada kami, silahkan melalui rekening berikut:
BRI. 0176-01-068696-50-1 (an. Lestariaman Humendru)
6. Jika saudara/i merasa terberkati dengan tulisan kami ini, kami mengharapkan saudara/i hendak membagikan tulisan kami kepada saudara/i yang lain, supaya kita masing masing mendapatkan wawasan, ilmu pengetahuan yang sama tentang kasih Allah kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERPISAHAN

PERPISAHAN Cinta Jika kau ingin pergi dariku Tolong tinggalkanlah sebuah narkoba Agar candunya menggantikan candumu Cinta Pikirkanlah sekali lagi Aku akan terluka Bila kau tinggalkan aku sendiri Cinta Bila kau pergi Tidak akan ada lagi cahaya Bahkan tak ada lagi semangat pada diri ini Aku tahu Aku lelaki paling sesat Yang tak tahu malu Mengharapkan kisah kita tak sesaat Cinta Aku mohon jangan kau pergi Karena kepergianmu akan menjadi luka Yang akan membuat banjir netra ini Cinta Aku tahu aku tak pantas mengharapkan apapun Bahkan mengharapkan restu dari papa dan mama Itu hanya sebatas angan dan lamun Namun cinta Percayalah padaku Jika kamu pergi dari ku Hidupku tak lagi berguna Dan bila kamu tetap pergi Aku akan tetap berdiri disini Memunguti kepingan hati Dan merawatnya sampai kau kembali Karya: Kanaya Ardellia Putri & Lesta Humendru

TAKUT KEMATIAN

Orang yang telah mati itu datang keluar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka, "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi." ( Yohanes 11:44 ) Yesus Membangkitkan Lazarus Banyak ketakutan dialami manusia. Contohnya takut gelap, takut ketinggian, takut membuat kesalahan dan takut menderita kerugian. Dari semua ketakutan itu, ada satu ketakutan terbesar, yakni takut akan kematian. " Itu karena tidak ada orang yang punya pengalaman kematian , " seseorang menuturkan pendapatnya kepada saya. Meskipun diluar sana banyak asumsi dan banyak yang mengalaminya, namun cerita dari mereka masih belum kita rasakan. Bila kita mencari di seluruh dunia ini, tidak akan kita temukan seorang yang mampu memberi tahu bagaimana rasanya mati. Semua cerita tentangnya seakan hanya seperti dongeng belaka.  Manusia mayoritas memiliki sifat percaya setelah mengalami sesuatu. Makanya cerita tentang kematian...