Langsung ke konten utama

ISAK

Gerimis membasahi kota mati
di sudut hati Sang Bidadari
Begitu banyak elegi menghampirinya
Ia pun tak tau cara mengakhirinya

Sudah hampir tak ada asa
Namun, ia terus saja bertahan
meski tanpa adanya kepastian
Ia hanya ingin keadilan untuknya

Gerimis kian menjadi
Ia dan eleginya masih di sini
Bagai titik-titik air yang membasahinya,
sebanyak itu rasa bimbang menghantuinya

Sekian banyak ketakutan,
kali ini yang begitu menakutkan
Sekian banyak kesedihan,
kali ini yang begitu memilukan

Akhirnya, ada titik terang di sana
Namun, cahayanya remang-remang
Bukan jalan yang diinginkannya,
tapi bukti dari lelahnya ia berjuang


Karya: Rani Rohaeni (Bandung)

Komentar