Langsung ke konten utama

HIDUP EGOIS

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan mana kehendak Allah: Apa yang baik, yang berkenan kepada-Nya dan sempurna. (Roma 12:2)


Burung Kedasih

Kedasih (Latin: Cuculus merulinus) adalah jenis burung yang bertabiat buruk. Mereka tidak pernah membuat sarang sepanjang hidupnya. 

Ketika hendak bertelur, sang betina akan mengamati burung jenis lain yang juga sedang bertelur. Ketika sang induk meninggalkan sarangnya, burung Kedasih lalu menitipkan telurnya ke sarang itu dengan terlebih dahulu menyingkirkan telur di sarang tersebut. 

Jadi induk burung lainlah yang akan mengerami dan membesarkan anaknya. Parahnya, anak Kedasih juga mewarisi sifat jahat itu. Jika ia menetas lebih dulu, maka ia akan menyingkirkan telur lainnya. 

Jika telur lain juga menetas, anak Kedasih akan mencakarinya hingga mati. Ia juga akan merampas semua makanan bagi dirinya sendiri.

Karakter burung Kedasih dapat diserupakan dengan sifat orang berdosa. Kita telah membawa sifat dosa bahkan sejak dalam kandungan (Mzm. 51:7). 

Tanpa perlu diajari, bahkan anak-anak otomatis bisa berbohong, mencuri, bersikap egois, atau menimpakan kesalahan kepada orang lain. Tanpa kita sadari, sebenarnya kita telah diperbudak oleh dosa. 

Menyedihkannya, kita tidak punya kuasa untuk mengubah sifat dan karakter buruk tersebut.

Syukurlah, dalam anugerah-Nya yang besar, Allah mengaruniakan Kristus Yesus untuk menebus, menyucikan serta menyelamatkan orang berdosa. 

Ia membarui pikiran, perasaan dan kehendak kita, sehingga kita dapat mengetahui serta melakukan apa yang benar dan berkenan kepada Allah. Dan tentunya, kita pun dapat memberkati banyak orang, bukan malah mencelakakan mereka. --

Sumber: Emmanuel Jhonston, Mexico
Terjemahan : Lesta Humendru


Catatan:

1. Tulisan ini juga tersedia dalam versi Bahasa Inggris yang ditampilkan di laman website resmi kami.
2. Dukunglah kami lewat doa dan uluran tangan saudara/i.
3. Jika saudara/i ingin menampilkan kesaksian rohani tentang Kasih Tuhan di blog kami, silahkan hubungi kami di WA. 082370748014 atau kirim via email Bang.lesta94@gmail.com
4. Jika ada saran dan masukan terhadap tulisan kami, silahkan kirimkan langsung kepada kami.
5. Kepada saudara/i yang ingin menyalurkan dukungan kepada kami, silahkan melalui rekening berikut:
BRI. 0176-01-068696-50-1 (an. Lestariaman Humendru)
6. Jika saudara/i merasa terberkati dengan tulisan kami ini, kami mengharapkan saudara/i hendak membagikan tulisan kami kepada saudara/i yang lain, supaya kita masing masing mendapatkan wawasan, ilmu pengetahuan yang sama tentang kasih Allah kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERPISAHAN

PERPISAHAN Cinta Jika kau ingin pergi dariku Tolong tinggalkanlah sebuah narkoba Agar candunya menggantikan candumu Cinta Pikirkanlah sekali lagi Aku akan terluka Bila kau tinggalkan aku sendiri Cinta Bila kau pergi Tidak akan ada lagi cahaya Bahkan tak ada lagi semangat pada diri ini Aku tahu Aku lelaki paling sesat Yang tak tahu malu Mengharapkan kisah kita tak sesaat Cinta Aku mohon jangan kau pergi Karena kepergianmu akan menjadi luka Yang akan membuat banjir netra ini Cinta Aku tahu aku tak pantas mengharapkan apapun Bahkan mengharapkan restu dari papa dan mama Itu hanya sebatas angan dan lamun Namun cinta Percayalah padaku Jika kamu pergi dari ku Hidupku tak lagi berguna Dan bila kamu tetap pergi Aku akan tetap berdiri disini Memunguti kepingan hati Dan merawatnya sampai kau kembali Karya: Kanaya Ardellia Putri & Lesta Humendru

TAKUT KEMATIAN

Orang yang telah mati itu datang keluar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka, "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi." ( Yohanes 11:44 ) Yesus Membangkitkan Lazarus Banyak ketakutan dialami manusia. Contohnya takut gelap, takut ketinggian, takut membuat kesalahan dan takut menderita kerugian. Dari semua ketakutan itu, ada satu ketakutan terbesar, yakni takut akan kematian. " Itu karena tidak ada orang yang punya pengalaman kematian , " seseorang menuturkan pendapatnya kepada saya. Meskipun diluar sana banyak asumsi dan banyak yang mengalaminya, namun cerita dari mereka masih belum kita rasakan. Bila kita mencari di seluruh dunia ini, tidak akan kita temukan seorang yang mampu memberi tahu bagaimana rasanya mati. Semua cerita tentangnya seakan hanya seperti dongeng belaka.  Manusia mayoritas memiliki sifat percaya setelah mengalami sesuatu. Makanya cerita tentang kematian...