Langsung ke konten utama

TUHAN YANG MEMULIHKAN

"Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati." (Yeremia 29:13)


Adakah manusia yang tidak pernah membuat kesalahan sepanjang hidupnya? Tidak bisa dipungkiri bahwa kita pasti membuat berbagai kesalahan dalam hidup kita. 

Tidak jarang juga kesalahan yang kita buat itu merugikan diri kita sendiri. Tetapi, banyak orang yang tidak mau belajar dari kesalahannya, bahkan justru terjatuh dalam penyesalan dan kesedihan karena melihat akibat yang ditimbulkan dari kesalahannya. 

Hal ini membuat mereka menjadi kesulitan untuk dapat melangkah kembali, karena merasa telah kehilangan harapan.

Perasaan terbuang dan kehilangan harapan ini juga dirasakan bangsa Israel ketika mereka harus berada di pembuangan sebagai hukuman Allah karena berbagai dosa dan kesalahan yang telah mereka perbuat. 

Karena keadaan tersebut, mereka merasa bahwa Allah telah meninggalkan mereka, kehilangan harapan, dan tenggelam dalam kesedihan. Sekalipun demikian, Allah tidak begitu saja meninggalkan mereka. 

Melalui Yeremia, Allah memberikan harapan bagi mereka dengan menyatakan kehadiran-Nya, dan bersedia untuk mendengarkan serta memulihkan keadaan mereka, supaya mereka dapat bangkit dan melanjutkan hidup.
 
Semuanya itu Allah lakukan karena kemurahan hati-Nya ketika Israel bersedia datang dan berseru kepada-Nya dengan segenap hati.

Di tengah berbagai kesulitan dan kesedihan yang kita alami dalam hidup, Allah meminta kita untuk tetap percaya dan datang kepada-Nya dengan segenap hati. 

Karena Allah akan selalu hadir untuk memulihkan kita, dan memberikan harapan yang menguatkan kita untuk terus menjalani hidup.

Penulis: Lesta Humendru



Note:
1. Tulisan ini juga tersedia dalam versi Bahasa Inggris yang ditampilkan di laman website resmi kami.
2. Dukunglah kami lewat doa dan uluran tangan saudara/i.
3. Jika saudara/i ingin menampilkan kesaksian rohani tentang Kasih Tuhan di blog kami, silahkan hubungi kami di WA. 082370748014 atau kirim via email Bang.lesta94@gmail.com
4. Jika ada saran dan masukan terhadap tulisan kami, silahkan kirimkan langsung kepada kami.
5. Kepada saudara/i yang ingin menyalurkan dukungan kepada kami, silahkan melalui rekening berikut:
BRI. 0176-01-068696-50-1 (an. Lestariaman Humendru)
6. Kami meminta saudara/i untuk membagikan tulisan kami kepada saudara/i yang lain, supaya kita masing masing mendapatkan wawasan, ilmu pengetahuan yang sama tentang kasih Allah kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERPISAHAN

PERPISAHAN Cinta Jika kau ingin pergi dariku Tolong tinggalkanlah sebuah narkoba Agar candunya menggantikan candumu Cinta Pikirkanlah sekali lagi Aku akan terluka Bila kau tinggalkan aku sendiri Cinta Bila kau pergi Tidak akan ada lagi cahaya Bahkan tak ada lagi semangat pada diri ini Aku tahu Aku lelaki paling sesat Yang tak tahu malu Mengharapkan kisah kita tak sesaat Cinta Aku mohon jangan kau pergi Karena kepergianmu akan menjadi luka Yang akan membuat banjir netra ini Cinta Aku tahu aku tak pantas mengharapkan apapun Bahkan mengharapkan restu dari papa dan mama Itu hanya sebatas angan dan lamun Namun cinta Percayalah padaku Jika kamu pergi dari ku Hidupku tak lagi berguna Dan bila kamu tetap pergi Aku akan tetap berdiri disini Memunguti kepingan hati Dan merawatnya sampai kau kembali Karya: Kanaya Ardellia Putri & Lesta Humendru

TAKUT KEMATIAN

Orang yang telah mati itu datang keluar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka, "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi." ( Yohanes 11:44 ) Yesus Membangkitkan Lazarus Banyak ketakutan dialami manusia. Contohnya takut gelap, takut ketinggian, takut membuat kesalahan dan takut menderita kerugian. Dari semua ketakutan itu, ada satu ketakutan terbesar, yakni takut akan kematian. " Itu karena tidak ada orang yang punya pengalaman kematian , " seseorang menuturkan pendapatnya kepada saya. Meskipun diluar sana banyak asumsi dan banyak yang mengalaminya, namun cerita dari mereka masih belum kita rasakan. Bila kita mencari di seluruh dunia ini, tidak akan kita temukan seorang yang mampu memberi tahu bagaimana rasanya mati. Semua cerita tentangnya seakan hanya seperti dongeng belaka.  Manusia mayoritas memiliki sifat percaya setelah mengalami sesuatu. Makanya cerita tentang kematian...