Langsung ke konten utama

SELALU ADA HARAPAN

Lalu ia berkata, "Yesus, ingatlah aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." (Lukas 23:42)



Ada orang suka berbuat jahat. Berkali-kali diperingatkan, tidak juga sadar, malah semakin jahat. Tampaknya tidak ada lagi harapan orang itu bertobat. 

Ada yang bersikeras tidak mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Sudah banyak orang menginjili dirinya, malah ia menghujat nama Yesus. Tampaknya tidak ada lagi harapan orang itu menerima keselamatan.

Saat Yesus disalib, ada dua penjahat turut disalib. Namanya penjahat, sudah pasti perbuatan mereka jahat. Sampai jatuh hukuman mati atas diri mereka. 

Saat tergantung di kayu salib, masih juga mereka berbuat jahat. Mereka mencela Yesus (Mat. 27:44). Namun tiba-tiba seorang dari penjahat itu bertobat. 

Hatinya berubah sehingga ia menegur temannya, "Tidakkah engkau takut kepada Allah, sebab engkau menerima hukuman yang sama?" (ay. 40). 

Penjahat itu menyadari kesalahannya dan rela hati menerima salib sebagai hukuman yang layak baginya (ay. 41). Lalu ia memohon keselamatan bagi jiwanya. Katanya kepada Yesus, "Yesus, ingatlah aku, apabila Engkau datang sebagai Raja" (ay. 42). 

Kisah penjahat itu menunjukkan bahwa selalu ada harapan bagi manusia yang jahat untuk bertobat. Selalu ada harapan bagi yang keras hati untuk menerima keselamatan.

Sekarang mungkin ada orang-orang di sekeliling kita yang masih suka berbuat jahat. Ada juga dari mereka bersikeras tidak mau menerima Injil keselamatan. 

Jangan lelah memperingatkan mereka, pula berbicara tentang Yesus kepada mereka. Karena ternyata selalu ada harapan bagi mereka. 

Yakini suatu hari mereka bertobat. Yakini suatu hari mereka menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. 


Penulis: Lesta Humendru




Note:
1. Tulisan ini juga tersedia dalam versi Bahasa Inggris yang ditampilkan di laman website resmi kami.
2. Dukunglah kami lewat doa dan uluran tangan saudara/i.
3. Jika saudara/i ingin menampilkan kesaksian rohani tentang Kasih Tuhan di blog kami, silahkan hubungi kami di WA. 082370748014 atau kirim via email Bang.lesta94@gmail.com
4. Jika ada saran dan masukan terhadap tulisan kami, silahkan kirimkan langsung kepada kami.
5. Kepada saudara/i yang ingin menyalurkan dukungan kepada kami, silahkan melalui rekening berikut:
BRI. 0176-01-068696-50-1 (an. Lestariaman Humendru)
6. Kami meminta saudara/i untuk membagikan tulisan kami kepada saudara/i yang lain, supaya kita masing masing mendapatkan wawasan, ilmu pengetahuan yang sama tentang kasih Allah kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERPISAHAN

PERPISAHAN Cinta Jika kau ingin pergi dariku Tolong tinggalkanlah sebuah narkoba Agar candunya menggantikan candumu Cinta Pikirkanlah sekali lagi Aku akan terluka Bila kau tinggalkan aku sendiri Cinta Bila kau pergi Tidak akan ada lagi cahaya Bahkan tak ada lagi semangat pada diri ini Aku tahu Aku lelaki paling sesat Yang tak tahu malu Mengharapkan kisah kita tak sesaat Cinta Aku mohon jangan kau pergi Karena kepergianmu akan menjadi luka Yang akan membuat banjir netra ini Cinta Aku tahu aku tak pantas mengharapkan apapun Bahkan mengharapkan restu dari papa dan mama Itu hanya sebatas angan dan lamun Namun cinta Percayalah padaku Jika kamu pergi dari ku Hidupku tak lagi berguna Dan bila kamu tetap pergi Aku akan tetap berdiri disini Memunguti kepingan hati Dan merawatnya sampai kau kembali Karya: Kanaya Ardellia Putri & Lesta Humendru

TAKUT KEMATIAN

Orang yang telah mati itu datang keluar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka, "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi." ( Yohanes 11:44 ) Yesus Membangkitkan Lazarus Banyak ketakutan dialami manusia. Contohnya takut gelap, takut ketinggian, takut membuat kesalahan dan takut menderita kerugian. Dari semua ketakutan itu, ada satu ketakutan terbesar, yakni takut akan kematian. " Itu karena tidak ada orang yang punya pengalaman kematian , " seseorang menuturkan pendapatnya kepada saya. Meskipun diluar sana banyak asumsi dan banyak yang mengalaminya, namun cerita dari mereka masih belum kita rasakan. Bila kita mencari di seluruh dunia ini, tidak akan kita temukan seorang yang mampu memberi tahu bagaimana rasanya mati. Semua cerita tentangnya seakan hanya seperti dongeng belaka.  Manusia mayoritas memiliki sifat percaya setelah mengalami sesuatu. Makanya cerita tentang kematian...