Langsung ke konten utama

PERIHAL MEMINTA UPAH

Ya Allahku, demi kesejahteraanku, ingatlah segala yang kubuat untuk bangsa ini. (Nehemia 5:19).


Kepada siapakah seorang hamba dapat menuntut hak atas jerih payah yang sudah ia lakukan? Tak lain dan tak bukan tentu kepada sang tuan, sang pemberi kerja. 

Tidak mungkin ia menuntut kepada orang lain. Hanya kepada sang tuanlah seorang hamba bergantung dan menaruh pengharapannya.

Demikian pula yang dilakukan Nehemia dalam mengemban tugasnya. Nehemia menyadari dirinya adalah orang berdosa dan ia memiliki rasa takut akan Allah. 

Atas dasar itulah ia tidak berani melakukan hal yang kejam dan tidak adil. Ia memiliki kepedulian besar terhadap penderitaan rakyat. Bahkan demi menyatakan kepeduliannya ia beserta saudara-saudara dan anak buahnya tidak mengambil bagian yang menjadi hak bupati. 

Nehemia hanya berharap agar Tuhan mengingat segala yang telah ia perbuat untuk bangsanya serta memberkatinya. Bukan berarti bahwa Nehemia merasa pantas mendapatkan bantuan atau upah dari Tuhan. 

Nehemia tidak sedang mengklaim hadiah atas tindakannya yang dilakukan untuk Tuhan. Namun hal itu dilakukannya karena ia bergantung hanya kepada Tuhan.

How about us? Jika motivasi kita dalam bekerja adalah kemuliaan Tuhan, tentu kita bergantung hanya kepada Tuhan dan kepada-Nya saja menantikan berkat. Mengharapkan upah dari manusia menunjukkan bahwa kerja kita untuk Tuhan tidak disertai ketulusan.

Karena itu, baiklah kita bertahan supaya tidak terbawa arus dunia yang lebih senang mencari sanjung puji manusia. Termasuk menjadikan media sosial sebagai sarana "pasang iklan" untuk mempromosikan diri supaya dihargai. 

Penulis: Lesta Humendru

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERPISAHAN

PERPISAHAN Cinta Jika kau ingin pergi dariku Tolong tinggalkanlah sebuah narkoba Agar candunya menggantikan candumu Cinta Pikirkanlah sekali lagi Aku akan terluka Bila kau tinggalkan aku sendiri Cinta Bila kau pergi Tidak akan ada lagi cahaya Bahkan tak ada lagi semangat pada diri ini Aku tahu Aku lelaki paling sesat Yang tak tahu malu Mengharapkan kisah kita tak sesaat Cinta Aku mohon jangan kau pergi Karena kepergianmu akan menjadi luka Yang akan membuat banjir netra ini Cinta Aku tahu aku tak pantas mengharapkan apapun Bahkan mengharapkan restu dari papa dan mama Itu hanya sebatas angan dan lamun Namun cinta Percayalah padaku Jika kamu pergi dari ku Hidupku tak lagi berguna Dan bila kamu tetap pergi Aku akan tetap berdiri disini Memunguti kepingan hati Dan merawatnya sampai kau kembali Karya: Kanaya Ardellia Putri & Lesta Humendru

TAKUT KEMATIAN

Orang yang telah mati itu datang keluar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka, "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi." ( Yohanes 11:44 ) Yesus Membangkitkan Lazarus Banyak ketakutan dialami manusia. Contohnya takut gelap, takut ketinggian, takut membuat kesalahan dan takut menderita kerugian. Dari semua ketakutan itu, ada satu ketakutan terbesar, yakni takut akan kematian. " Itu karena tidak ada orang yang punya pengalaman kematian , " seseorang menuturkan pendapatnya kepada saya. Meskipun diluar sana banyak asumsi dan banyak yang mengalaminya, namun cerita dari mereka masih belum kita rasakan. Bila kita mencari di seluruh dunia ini, tidak akan kita temukan seorang yang mampu memberi tahu bagaimana rasanya mati. Semua cerita tentangnya seakan hanya seperti dongeng belaka.  Manusia mayoritas memiliki sifat percaya setelah mengalami sesuatu. Makanya cerita tentang kematian...