Langsung ke konten utama

PERCAYA & BERHARAP

Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan Aku! (Mikha 7:7)


Untuk tetap percaya dan terus membangun harapan, sering kali dipandang sebagai hal yang mudah untuk dilakukan. Ketika sedang merasakan kedamaian dan ketenangan dalam hidup, kedua hal tersebut memang mudah untuk dilakukan, bahkan mungkin tidak terasa. 

Tetapi tentu tidak selamanya kita akan merasakan kedamaian dalam hidup, karena suatu waktu pasti kita juga akan merasakan pergumulan karena begitu beratnya hidup ini. Dalam keadaan demikian, mudahkah bagi kita untuk tetap percaya dan berharap?

Beratnya kehidupan itu juga dirasakan oleh bangsa Israel ketika mereka undur dari hadapan Tuhan dengan jatuh pada dosa-dosa, serta kenyataan bahwa mereka menghadapi kehancuran karena datangnya serbuan dari bangsa lain. 

Dalam situasi sulit yang dialami oleh bangsa Israel itu, Mikha yang diutus oleh Tuhan untuk memperingatkan bangsa Israel, tidak menyerah kepada Tuhan. 

Mikha menyerahkan seluruh hidupnya ke dalam tangan Tuhan dengan tetap setia menunggu kehadiran-Nya, serta tetap menaruh harapan penuh kepada Tuhan. Karena Mikha percaya bahwa Tuhan akan menyelamatkan bangsa Israel, dan selalu mendengarkan seruan umat-Nya yang percaya dan berharap kepada-Nya.

Mikha mengajarkan kepada kita untuk tetap percaya dan menaruh harapan hanya kepada Tuhan, bahkan dalam masa paling gelap dalam hidup kita. Sekalipun kita harus menunggu akan pertolongan Tuhan yang kita tidak pernah tahu pasti kapan datangnya. 

Tetapi satu hal yang pasti adalah bahwa Tuhan pasti mendengarkan dan menyelamatkan umat-Nya. 


Penulis: Lesta Humendru


Note:
1. Tulisan ini juga tersedia dalam versi Bahasa Inggris yang ditampilkan di laman website resmi kami.
2. Dukunglah kami lewat doa dan uluran tangan saudara/i.
3. Jika saudara/i ingin menampilkan kesaksian rohani tentang Kasih Tuhan di blog kami, silahkan hubungi kami di WA. 082370748014 atau kirim via email Bang.lesta94@gmail.com
4. Jika ada saran dan masukan terhadap tulisan kami, silahkan kirimkan langsung kepada kami.
5. Kepada saudara/i yang ingin menyalurkan dukungan kepada kami, silahkan melalui rekening berikut:
BRI. 0176-01-068696-50-1 (an. Lestariaman Humendru)
6. Kami meminta saudara/i untuk membagikan tulisan kami kepada saudara/i yang lain, supaya kita masing masing mendapatkan wawasan, ilmu pengetahuan yang sama tentang kasih Allah kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERPISAHAN

PERPISAHAN Cinta Jika kau ingin pergi dariku Tolong tinggalkanlah sebuah narkoba Agar candunya menggantikan candumu Cinta Pikirkanlah sekali lagi Aku akan terluka Bila kau tinggalkan aku sendiri Cinta Bila kau pergi Tidak akan ada lagi cahaya Bahkan tak ada lagi semangat pada diri ini Aku tahu Aku lelaki paling sesat Yang tak tahu malu Mengharapkan kisah kita tak sesaat Cinta Aku mohon jangan kau pergi Karena kepergianmu akan menjadi luka Yang akan membuat banjir netra ini Cinta Aku tahu aku tak pantas mengharapkan apapun Bahkan mengharapkan restu dari papa dan mama Itu hanya sebatas angan dan lamun Namun cinta Percayalah padaku Jika kamu pergi dari ku Hidupku tak lagi berguna Dan bila kamu tetap pergi Aku akan tetap berdiri disini Memunguti kepingan hati Dan merawatnya sampai kau kembali Karya: Kanaya Ardellia Putri & Lesta Humendru

TAKUT KEMATIAN

Orang yang telah mati itu datang keluar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka, "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi." ( Yohanes 11:44 ) Yesus Membangkitkan Lazarus Banyak ketakutan dialami manusia. Contohnya takut gelap, takut ketinggian, takut membuat kesalahan dan takut menderita kerugian. Dari semua ketakutan itu, ada satu ketakutan terbesar, yakni takut akan kematian. " Itu karena tidak ada orang yang punya pengalaman kematian , " seseorang menuturkan pendapatnya kepada saya. Meskipun diluar sana banyak asumsi dan banyak yang mengalaminya, namun cerita dari mereka masih belum kita rasakan. Bila kita mencari di seluruh dunia ini, tidak akan kita temukan seorang yang mampu memberi tahu bagaimana rasanya mati. Semua cerita tentangnya seakan hanya seperti dongeng belaka.  Manusia mayoritas memiliki sifat percaya setelah mengalami sesuatu. Makanya cerita tentang kematian...