Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan Aku! (Mikha 7:7)
Untuk tetap percaya dan terus membangun harapan, sering kali dipandang sebagai hal yang mudah untuk dilakukan. Ketika sedang merasakan kedamaian dan ketenangan dalam hidup, kedua hal tersebut memang mudah untuk dilakukan, bahkan mungkin tidak terasa.
Beratnya kehidupan itu juga dirasakan oleh bangsa Israel ketika mereka undur dari hadapan Tuhan dengan jatuh pada dosa-dosa, serta kenyataan bahwa mereka menghadapi kehancuran karena datangnya serbuan dari bangsa lain.
Mikha mengajarkan kepada kita untuk tetap percaya dan menaruh harapan hanya kepada Tuhan, bahkan dalam masa paling gelap dalam hidup kita. Sekalipun kita harus menunggu akan pertolongan Tuhan yang kita tidak pernah tahu pasti kapan datangnya.
Untuk tetap percaya dan terus membangun harapan, sering kali dipandang sebagai hal yang mudah untuk dilakukan. Ketika sedang merasakan kedamaian dan ketenangan dalam hidup, kedua hal tersebut memang mudah untuk dilakukan, bahkan mungkin tidak terasa.
Tetapi tentu tidak selamanya kita akan merasakan kedamaian dalam hidup, karena suatu waktu pasti kita juga akan merasakan pergumulan karena begitu beratnya hidup ini. Dalam keadaan demikian, mudahkah bagi kita untuk tetap percaya dan berharap?
Beratnya kehidupan itu juga dirasakan oleh bangsa Israel ketika mereka undur dari hadapan Tuhan dengan jatuh pada dosa-dosa, serta kenyataan bahwa mereka menghadapi kehancuran karena datangnya serbuan dari bangsa lain.
Dalam situasi sulit yang dialami oleh bangsa Israel itu, Mikha yang diutus oleh Tuhan untuk memperingatkan bangsa Israel, tidak menyerah kepada Tuhan.
Mikha menyerahkan seluruh hidupnya ke dalam tangan Tuhan dengan tetap setia menunggu kehadiran-Nya, serta tetap menaruh harapan penuh kepada Tuhan. Karena Mikha percaya bahwa Tuhan akan menyelamatkan bangsa Israel, dan selalu mendengarkan seruan umat-Nya yang percaya dan berharap kepada-Nya.
Mikha mengajarkan kepada kita untuk tetap percaya dan menaruh harapan hanya kepada Tuhan, bahkan dalam masa paling gelap dalam hidup kita. Sekalipun kita harus menunggu akan pertolongan Tuhan yang kita tidak pernah tahu pasti kapan datangnya.
Tetapi satu hal yang pasti adalah bahwa Tuhan pasti mendengarkan dan menyelamatkan umat-Nya.
Penulis: Lesta Humendru
Note:
1. Tulisan ini juga tersedia dalam versi Bahasa Inggris yang ditampilkan di laman website resmi kami.
2. Dukunglah kami lewat doa dan uluran tangan saudara/i.
3. Jika saudara/i ingin menampilkan kesaksian rohani tentang Kasih Tuhan di blog kami, silahkan hubungi kami di WA. 082370748014 atau kirim via email Bang.lesta94@gmail.com
4. Jika ada saran dan masukan terhadap tulisan kami, silahkan kirimkan langsung kepada kami.
5. Kepada saudara/i yang ingin menyalurkan dukungan kepada kami, silahkan melalui rekening berikut:
BRI. 0176-01-068696-50-1 (an. Lestariaman Humendru)
6. Kami meminta saudara/i untuk membagikan tulisan kami kepada saudara/i yang lain, supaya kita masing masing mendapatkan wawasan, ilmu pengetahuan yang sama tentang kasih Allah kita.
Komentar
Posting Komentar