Lalu aku tiba di Yerusalem dan melihat kejahatan yang dibuat Elyasib untuk keuntungan Tobia, sebab bagi Tobia ini telah disediakannya sebuah bilik di pelataran rumah Allah. (Nehemia 13:7)
Dalam dunia kepemimpinan, dikenal istilah "teori ikan busuk", yang berbunyi, "ikan busuk dimulai dari kepala". Teori ini menegaskan besarnya pengaruh seorang pemimpin.
Dalam dunia kepemimpinan, dikenal istilah "teori ikan busuk", yang berbunyi, "ikan busuk dimulai dari kepala". Teori ini menegaskan besarnya pengaruh seorang pemimpin.
Jika pemimpin hidup benar, maka anggotanya akan ikut benar. Begitu pun sebaliknya. Memang teori ini tidak seratus persen benar, tetapi orang-orang umumnya akan meniru pemimpinnya.
Dibenak seorang anggota, pemimpin itu ada sosok yang harus diteladani. Baik dari sisi perilaku, sikap dan kepribadian apalagi di sisi kinerja. Seorang pemimpin harus handal untuk memberi contoh kepada para pengikut/anak buahnya.
Ketika Nehemia kembali ke Yerusalem, ia menyaksikan kebobrokan umat Israel. Rakyat tidak lagi membawa persembahan ke Bait Allah, sehingga orang-orang Lewi berhenti melayani Tuhan dan harus bekerja di ladang mereka.
Ketika Nehemia kembali ke Yerusalem, ia menyaksikan kebobrokan umat Israel. Rakyat tidak lagi membawa persembahan ke Bait Allah, sehingga orang-orang Lewi berhenti melayani Tuhan dan harus bekerja di ladang mereka.
Orang-orang bekerja di hari Sabat. Pria-pria mengawini perempuan asing dan anak-anak mereka meninggalkan identitas Yahudi mereka. Para pemimpin Yehuda juga hidup dalam dosa.
Salah satunya ialah Elyasib. Ia adalah imam besar Israel yang korup dan kompromistis. Ia bersahabat dekat dengan Tobia, orang Amon yang tidak menginginkan kesejahteraan umat Allah.
Bahkan Elyasib memindahkan berbagai perkakas demi menyediakan sebuah ruangan besar di pelataran Bait Allah bagi Tobia. Sikap kompromis itu juga diikuti salah seorang cucunya dengan menjadi menantu Sanbalat, orang Horoni, yang adalah musuh umat Allah.
Memang kesalahan komunitas tidak dapat ditimpakan hanya kepada satu orang. Kita juga tidak sepatutnya menuding orang lain sebagai alasan ketidaktaatan kita kepada Allah.
Memang kesalahan komunitas tidak dapat ditimpakan hanya kepada satu orang. Kita juga tidak sepatutnya menuding orang lain sebagai alasan ketidaktaatan kita kepada Allah.
Tetapi kita harus ingat, bahwa kita dapat memengaruhi orang lain secara positif maupun negatif. Kiranya kita tidak membawa keburukan dan kebusukan, melainkan kebaikan dan dorongan semangat untuk senantiasa menaati Tuhan.
Jadi setiap pemimpin harus memberikan teladan dan menjadi contoh hal hal yang baik kepada para pengikutnya. Memberi nasehat untuk kebaikan serta memberi ajaran yang tidak menyesatkan.
Sebagaimana halnya Tuhan Yesus yang selalu memberi pedoman bagi para murid murid-Nya untuk selalu menebar kebaikan. Tuhan Yesus mengajari kita untuk selalu berbuat sesuai dengan ketetapan ketetapan Allah.
Tetapi ingat saudara, Semua hal yang baik dimata manusia belum tentu benar dimata Tuhan. Makanya sebelum bertindak untuk melakukan sesuatu, hendaknya bertanya kepada Tuhan.
Sehingga saudara tidak salah langkah dalam bertindak. Karena kita percaya bahwa keteladanan yang Tuhan Yesus sampaikan adalah sebuah kebaikan yang mutlak dan benar.
Demikian tulisan saya ini, semoga saudara dan saya mendapatkan berkat dan kelimpahan surgawi yang dahulu dijanjikan Allah kepada bapa kita Abraham, Ishak dan Yakub. Kasih Karunia dari Tuhan Yesus senantiasa menyertai kamu sekalian. Amin
Penulis: Lesta Humendru
Komentar
Posting Komentar