Langsung ke konten utama

HIKMAT ALLAH

"Tetapi aku tidak percaya perkataan-perkataan mereka sampai aku datang dan melihatnya dengan mataku sendiri; sungguh, setengah dari hikmatmu yang besar itu belum diberitahukan kepadaku; engkau melebihi kabar yang kudengar." (2 Tawarikh 9:6)


Era Salomo terjadi sekitar abad keenam sebelum Masehi. Belum ada suatu jaringan alat komunikasi dalam bentuk apa pun. Setiap berita tentang Salomo hanya terdengar dari mulut ke mulut saja. 

Kemungkinan besar ratu negeri Syeba mendengar perihal Salomo hanya dari kata orang mengingat jarak kerajaannya (Arab Selatan) dan Yerusalem diperkirakan sejauh 1.200 mil atau 60 hari waktu perjalanannya.

Berita tentang Raja Salomo yang begitu bijaksana dan tentang Allah yang disembah oleh Salomo itu menarik perhatian ratu Syeba. Sebab itulah perjalanan nan panjang tidak lagi menjadi penghalang baginya karena hatinya ingin membuktikan hikmat Allah melalui Salomo. 

Ratu Syeba ingin membuktikan, melihat, dan mengalami sendiri betapa hebatnya hikmat Allah itu. Hasrat besar ratu Syeba ini mengajar kita tentang betapa berharganya hikmat Allah itu, nilainya begitu berharga yang melebihi kekayaan materi, bahkan emas dan permata.

Seorang ratu yang tidak mengenal Allah pun dibuat takjub oleh hikmat Allah. Sehingga ia memiliki kerinduan demikian besar untuk melihat, membuktikan hikmat dan mengenal Sang Sumber Hikmat itu. 

Ketika kita merenungkan hal ini bukankah Allah memanggil, mengutus, dan memperlengkapi diri kita dengan hikmat-Nya dengan tujuan agar setiap orang yang tidak mengenal Allah dapat mengenal pribadi Allah? 

Salomo mempergunakan hikmat Allah dan berbagai berkat yang dikaruniakan kepadanya untuk memasyhurkan nama Allah kepada bangsa-bangsa. Segala sesuatu dilakukannya untuk membawa orang-orang kepada Allah. Kiranya nama Allah dipermuliakan melalui kesaksian hidup kita.

Semoga hikmat Allah ada didalam diri saudara/i. Karena kita adalah anak anak Allah yang maha Kudus; dan semoga didalam kehidupan didunia ini, kita menjalaninya seturut dengan hikmat yang diberikan Allah kepada kita. Kasih karunia dari Tuhan Yesus menyertaimu sekalian. Amin.


Penulis: Lesta Humendru



Note:
1. Tulisan ini juga tersedia dalam versi Bahasa Inggris yang ditampilkan di laman website resmi kami.
2. Dukunglah kami lewat doa dan uluran tangan saudara/i.
3. Jika saudara/i ingin menampilkan kesaksian rohani tentang Kasih Tuhan di blog kami, silahkan hubungi kami di WA. 082370748014 atau kirim via email Bang.lesta94@gmail.com
4. Jika ada saran dan masukan terhadap tulisan kami, silahkan kirimkan langsung kepada kami.
5. Kepada saudara/i yang ingin menyalurkan dukungan kepada kami, silahkan melalui rekening berikut:
BRI. 0176-01-068696-50-1 (an. Lestariaman Humendru)
6. Kami meminta saudara/i untuk membagikan tulisan kami kepada saudara/i yang lain, supaya kita masing masing mendapatkan wawasan, ilmu pengetahuan yang sama tentang kasih Allah kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERPISAHAN

PERPISAHAN Cinta Jika kau ingin pergi dariku Tolong tinggalkanlah sebuah narkoba Agar candunya menggantikan candumu Cinta Pikirkanlah sekali lagi Aku akan terluka Bila kau tinggalkan aku sendiri Cinta Bila kau pergi Tidak akan ada lagi cahaya Bahkan tak ada lagi semangat pada diri ini Aku tahu Aku lelaki paling sesat Yang tak tahu malu Mengharapkan kisah kita tak sesaat Cinta Aku mohon jangan kau pergi Karena kepergianmu akan menjadi luka Yang akan membuat banjir netra ini Cinta Aku tahu aku tak pantas mengharapkan apapun Bahkan mengharapkan restu dari papa dan mama Itu hanya sebatas angan dan lamun Namun cinta Percayalah padaku Jika kamu pergi dari ku Hidupku tak lagi berguna Dan bila kamu tetap pergi Aku akan tetap berdiri disini Memunguti kepingan hati Dan merawatnya sampai kau kembali Karya: Kanaya Ardellia Putri & Lesta Humendru

TAKUT KEMATIAN

Orang yang telah mati itu datang keluar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka, "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi." ( Yohanes 11:44 ) Yesus Membangkitkan Lazarus Banyak ketakutan dialami manusia. Contohnya takut gelap, takut ketinggian, takut membuat kesalahan dan takut menderita kerugian. Dari semua ketakutan itu, ada satu ketakutan terbesar, yakni takut akan kematian. " Itu karena tidak ada orang yang punya pengalaman kematian , " seseorang menuturkan pendapatnya kepada saya. Meskipun diluar sana banyak asumsi dan banyak yang mengalaminya, namun cerita dari mereka masih belum kita rasakan. Bila kita mencari di seluruh dunia ini, tidak akan kita temukan seorang yang mampu memberi tahu bagaimana rasanya mati. Semua cerita tentangnya seakan hanya seperti dongeng belaka.  Manusia mayoritas memiliki sifat percaya setelah mengalami sesuatu. Makanya cerita tentang kematian...