Langsung ke konten utama

HASIL KETEKUNAN DOA

Tetapi malaikat itu berkata kepadanya, "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan. Elisabet, istrimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes." (Lukas 1:13)



Banyak orang kristiani mungkin sudah tidak lagi percaya akan kuasa doa. Salah satu penyebabnya adalah bahwa kita sering mengalami pergulatan hidup yang panjang dan tidak terselesaikan, padahal telah sering mendoakannya. 

Akibatnya, kita terbiasa melakukan apa saja agar terhindar dari derita berkepanjangan. Kita bahkan mungkin tidak menganggap perlu lagi mengaitkan keseharian kita dengan Tuhan.

Tidak demikian halnya dengan Zakharia. Baik Zakharia maupun istrinya, Elisabet, hidup saleh di hadapan Tuhan (ay. 6), namun mereka tidak punya anak. Ini merupakan aib bagi mereka. Di usia lanjut ketika Zakharia sudah tidak berharap dan tidak lagi mendoakan kehadiran anak, Tuhan justru mengabulkan permohonan doa Zakharia. 

Tuhan bukan saja memperhatikan kebutuhan pribadi dengan mengangkat harkat diri mereka. Tuhan bahkan melimpahkan berkat dan sukacita besar bagi banyak orang melalui kelahiran anak mereka, Yohanes Pembaptis. Sesungguhnya Tuhan penuh dengan belas kasihan. Ia peduli akan permohonan doa setiap hamba-Nya.

Tentu saja tidak semua permohonan kita akan dipenuhi melalui cara yang sama sebagaimana yang Zakharia alami. Juga tidak selalu sesuai dengan apa yang kita bayangkan ketika kita mendoakannya. 

Namun satu hal yang pasti: Tuhan memperhatikan setiap detail kehidupan dan permohonan kita. Ia peduli kebutuhan setiap anak-Nya. Karena itu, kita harus tetap berdoa sambil terus berusaha menjaga kekudusan hidup kita.

Penulis: Lesta Humendru

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERPISAHAN

PERPISAHAN Cinta Jika kau ingin pergi dariku Tolong tinggalkanlah sebuah narkoba Agar candunya menggantikan candumu Cinta Pikirkanlah sekali lagi Aku akan terluka Bila kau tinggalkan aku sendiri Cinta Bila kau pergi Tidak akan ada lagi cahaya Bahkan tak ada lagi semangat pada diri ini Aku tahu Aku lelaki paling sesat Yang tak tahu malu Mengharapkan kisah kita tak sesaat Cinta Aku mohon jangan kau pergi Karena kepergianmu akan menjadi luka Yang akan membuat banjir netra ini Cinta Aku tahu aku tak pantas mengharapkan apapun Bahkan mengharapkan restu dari papa dan mama Itu hanya sebatas angan dan lamun Namun cinta Percayalah padaku Jika kamu pergi dari ku Hidupku tak lagi berguna Dan bila kamu tetap pergi Aku akan tetap berdiri disini Memunguti kepingan hati Dan merawatnya sampai kau kembali Karya: Kanaya Ardellia Putri & Lesta Humendru

TAKUT KEMATIAN

Orang yang telah mati itu datang keluar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka, "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi." ( Yohanes 11:44 ) Yesus Membangkitkan Lazarus Banyak ketakutan dialami manusia. Contohnya takut gelap, takut ketinggian, takut membuat kesalahan dan takut menderita kerugian. Dari semua ketakutan itu, ada satu ketakutan terbesar, yakni takut akan kematian. " Itu karena tidak ada orang yang punya pengalaman kematian , " seseorang menuturkan pendapatnya kepada saya. Meskipun diluar sana banyak asumsi dan banyak yang mengalaminya, namun cerita dari mereka masih belum kita rasakan. Bila kita mencari di seluruh dunia ini, tidak akan kita temukan seorang yang mampu memberi tahu bagaimana rasanya mati. Semua cerita tentangnya seakan hanya seperti dongeng belaka.  Manusia mayoritas memiliki sifat percaya setelah mengalami sesuatu. Makanya cerita tentang kematian...