Sejak hari itu maka Saul selalu mendengki Daud. (1 Samuel 18:9)
Sekelompok pemuda berkemah di tengah hutan. Mereka menyalakan api unggun. Sewaktu pulang, mereka mematikan api, tetapi api belum sepenuhnya padam.
Iri hati ibarat api kecil. Sebab iri hati, seseorang jadi membenci. Sebab membenci, seseorang dapat melakukan tindakan buruk terhadap sesamanya.
Sekelompok pemuda berkemah di tengah hutan. Mereka menyalakan api unggun. Sewaktu pulang, mereka mematikan api, tetapi api belum sepenuhnya padam.
"Apinya masih menyala, " seru seorang pemuda.
"Tidak apa-apa",
"Api kecil nanti padam sendiri", sahut temannya,
Namun ternyata api kecil diterpa angin dan semakin berkobar. Terjadilah kebakaran hutan.
Saul berniat busuk hendak melenyapkan nyawa Daud. Ia menawarkan Merab, putri sulungnya untuk diperistri Daud. Saul menggunakan Merab sebagai alat untuk mengirim Daud ke medan pertempuran dengan harapan Daud tewas terbunuh saat berperang.
Saul berniat busuk hendak melenyapkan nyawa Daud. Ia menawarkan Merab, putri sulungnya untuk diperistri Daud. Saul menggunakan Merab sebagai alat untuk mengirim Daud ke medan pertempuran dengan harapan Daud tewas terbunuh saat berperang.
Tetapi sekembali Daud dari medan pertempuran, Merab diberikan Saul kepada Adriel. Niat busuk kembali digarap saat Saul mendengar Mikhal, putrinya, jatuh cinta kepada Daud. Saul meminta Daud memberi mas kawin berupa seratus kulit khatan orang Filistin, dengan harapan Daud tewas terbunuh saat menghadapi mereka.
Namun kedua niat busuk tidak terlaksana. Dengan amarah berkobar-kobar, Saul memburu Daud untuk membunuhnya. (1Sam. 19:1a). Saul lalai memadamkan "api kecil" yang menyala dalam hatinya, yakni iri hati, yang muncul saat Saul mendengar perempuan-perempuan Israel menyanyi, "Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa."
Iri hati ibarat api kecil. Sebab iri hati, seseorang jadi membenci. Sebab membenci, seseorang dapat melakukan tindakan buruk terhadap sesamanya.
Adakah "api kecil" menyala dalam hati kita? Sekiranya ya, lekas padamkan sebelum Iblis meniupkan angin yang membuatnya berkobar.
Lekas singkirkan iri hati sebelum kita melakukan perbuatan yang menyakiti sesama, pula tidak berkenan di hadapan Tuhan!
Penulis: Lesta Humendru
Note:
1. Tulisan ini juga tersedia dalam versi Bahasa Inggris yang ditampilkan di laman website resmi kami.
2. Dukunglah kami lewat doa dan uluran tangan saudara/i.
3. Jika saudara/i ingin menampilkan kesaksian rohani tentang Kasih Tuhan di blog kami, silahkan hubungi kami di WA. 082370748014 atau kirim via email Bang.lesta94@gmail.com
4. Jika ada saran dan masukan terhadap tulisan kami, silahkan kirimkan langsung kepada kami.
5. Kepada saudara/i yang ingin menyalurkan dukungan kepada kami, silahkan melalui rekening berikut:
BRI. 0176-01-068696-50-1 (an. Lestariaman Humendru)
6. Kami meminta saudara/i untuk membagikan tulisan kami kepada saudara/i yang lain, supaya kita masing masing mendapatkan wawasan, ilmu pengetahuan yang sama tentang kasih Allah kita.
Komentar
Posting Komentar