Langsung ke konten utama

KASIH PERSAUDARAAN

Peliharalah kasih persaudaraan! (Ibrani 13:1)




Disadari atau tidak, hidup selalu memberikan tekanan. Bila kita menyikapi tekanan hidup ini secara negatif, maka bisa saja kita justru selalu memiliki prasangka buruk, memunculkan konflik, memandang rendah diri sendiri, atau bahkan lari dari setiap masalah yang ada. 

Tetapi dengan demikian, hidup kita justru tidak akan dapat terbangun dengan baik, karena kita tidak berani menghadapi tekanan hidup secara positif.

Surat ini ditulis kepada orang Ibrani yang notabene pada saat itu dalam kondisi tertekan karena kolonialisme Romawi. Dalam keadaan itu, sang penulis dengan tegas mengajak mereka untuk menghadapi tekanan tersebut secara positif, dengan memelihara kasih persaudaraan. 

Perintah untuk memelihara, berarti adalah suatu perintah untuk menanam dan merawat. Artinya, mereka diajak untuk dapat menanam dan merawat perasaan kasih persaudaraan, yakni perasaan kasih yang saling memiliki layaknya seorang saudara, di antara mereka. 

Melalui kasih ini, hubungan persaudaraan bermakna lebih dari ikatan darah keluarga, karena kasih itu dapat mengikat semua orang. Dengan demikian, maka mereka dapat bertumbuh menjadi kuat bersama-sama, serta dapat membangun harapan bersama-sama.

Melalui kasih, kita dapat mengatasi setiap tekanan hidup yang dirasakan. Tetapi supaya kasih itu tidak sia-sia, maka haruslah kita tanam dan rawat demi kehidupan bersama. 

Karena hanya dengan demikian, maka kasih dapat memberikan kekuatan serta pengharapan.



Penulis: Lesta Humendru


Catatan:

1. Tulisan ini juga tersedia dalam versi Bahasa Inggris yang ditampilkan di laman website resmi kami.

2. Dukunglah kami lewat doa dan uluran tangan saudara/i.

3. Jika saudara/i ingin menampilkan kesaksian rohani tentang Kasih Tuhan di blog kami, silahkan hubungi kami di WA. 082370748014 atau kirim via email Bang.lesta94@gmail.com

4. Jika ada saran dan masukan terhadap tulisan kami, silahkan kirimkan langsung kepada kami.

5. Kepada saudara/i yang ingin menyalurkan dukungan kepada kami, silahkan melalui rekening berikut:
BRI. 0176-01-068696-50-1 (an. Lestariaman Humendru)

6. Jika saudara/i merasa terberkati dengan tulisan kami ini, kami mengharapkan saudara/i hendak membagikan tulisan kami kepada saudara/i yang lain, supaya kita masing masing mendapatkan wawasan, ilmu pengetahuan yang sama tentang kasih Allah kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERPISAHAN

PERPISAHAN Cinta Jika kau ingin pergi dariku Tolong tinggalkanlah sebuah narkoba Agar candunya menggantikan candumu Cinta Pikirkanlah sekali lagi Aku akan terluka Bila kau tinggalkan aku sendiri Cinta Bila kau pergi Tidak akan ada lagi cahaya Bahkan tak ada lagi semangat pada diri ini Aku tahu Aku lelaki paling sesat Yang tak tahu malu Mengharapkan kisah kita tak sesaat Cinta Aku mohon jangan kau pergi Karena kepergianmu akan menjadi luka Yang akan membuat banjir netra ini Cinta Aku tahu aku tak pantas mengharapkan apapun Bahkan mengharapkan restu dari papa dan mama Itu hanya sebatas angan dan lamun Namun cinta Percayalah padaku Jika kamu pergi dari ku Hidupku tak lagi berguna Dan bila kamu tetap pergi Aku akan tetap berdiri disini Memunguti kepingan hati Dan merawatnya sampai kau kembali Karya: Kanaya Ardellia Putri & Lesta Humendru

TAKUT KEMATIAN

Orang yang telah mati itu datang keluar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka, "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi." ( Yohanes 11:44 ) Yesus Membangkitkan Lazarus Banyak ketakutan dialami manusia. Contohnya takut gelap, takut ketinggian, takut membuat kesalahan dan takut menderita kerugian. Dari semua ketakutan itu, ada satu ketakutan terbesar, yakni takut akan kematian. " Itu karena tidak ada orang yang punya pengalaman kematian , " seseorang menuturkan pendapatnya kepada saya. Meskipun diluar sana banyak asumsi dan banyak yang mengalaminya, namun cerita dari mereka masih belum kita rasakan. Bila kita mencari di seluruh dunia ini, tidak akan kita temukan seorang yang mampu memberi tahu bagaimana rasanya mati. Semua cerita tentangnya seakan hanya seperti dongeng belaka.  Manusia mayoritas memiliki sifat percaya setelah mengalami sesuatu. Makanya cerita tentang kematian...