Langsung ke konten utama

BAGIAN DARI HADIAH


Firman itu telah menjadi manusia, dan tinggal di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh anugerah dan kebenaran. (Yohanes 1:14)
Seorang murid membawa sebuah kulit kerang yang indah sebagai hadiah untuk gurunya. Sang guru terkejut dan bertanya, "Dari mana kamu mendapatkan kulit kerang yang indah ini?" 

Murid itu menjawab, "Saya menemukan kulit kerang itu di pantai yang sangat jauh." 

Guru itu sangat terharu lalu berkata, "Semestinya kamu tidak perlu pergi sejauh itu hanya untuk mencari hadiah untuk saya." 

Murid itu menjawab, "Bu, perjalanan yang sangat jauh itu juga adalah bagian dari hadiah."

Hadiah keselamatan yang Allah berikan kepada kita juga dimulai dengan sebuah "perjalanan yang sangat panjang". Allah telah meninggalkan segala kemuliaan-Nya di surga untuk datang ke dunia yang gelap dan penuh kekotoran dosa. 

Ia menjelma menjadi manusia melalui Yesus Kristus (ay. 14) untuk kemudian menyusuri jalan penuh penderitaan menuju salib. Di bukit Tengkorak itu, Yesus diperlakukan sebagai orang yang penuh dosa yang tak terampuni. 

Di salib yang kasar itu, Ia telah menanggung seluruh dosa kita. Menyaksikan semua itu, mungkin kita berkata, "Tuhan, Engkau seharusnya tidak perlu melakukan perjalanan panjang penuh derita itu." 

Namun pernahkah kita membayangkan bahwa dengan lembut Ia menjawab kita, "Perjalanan panjang penuh derita itu adalah bagian hadiah yang Kuberikan untukmu, anak-Ku."

Kita sudah selayaknya binasa karena dosa. Namun, Allah tidak pernah membiarkan kita binasa. 

Itu sebabnya Ia melakukan perjalanan penuh derita hingga mengorbankan diri-Nya untuk binasa sebagai hadiah yang tak ternilai harganya bagi kita. Kristus rela menempuh perjalanan penuh derita sampai mati demi memberi kehidupan untuk kita. 


Penulis: Lesta Humendru


Catatan:

1. Tulisan ini juga tersedia dalam versi Bahasa Inggris yang ditampilkan di laman website resmi kami.
2. Dukunglah kami lewat doa dan uluran tangan saudara/i.
3. Jika saudara/i ingin menampilkan kesaksian rohani tentang Kasih Tuhan di blog kami, silahkan hubungi kami di WA. 082370748014 atau kirim via email Bang.lesta94@gmail.com
4. Jika ada saran dan masukan terhadap tulisan kami, silahkan kirimkan langsung kepada kami.
5. Kepada saudara/i yang ingin menyalurkan dukungan kepada kami, silahkan melalui rekening berikut:
BRI. 0176-01-068696-50-1 (an. Lestariaman Humendru)
6. Jika saudara/i merasa terberkati dengan tulisan kami ini, kami mengharapkan saudara/i hendak membagikan tulisan kami kepada saudara/i yang lain, supaya kita masing masing mendapatkan wawasan, ilmu pengetahuan yang sama tentang kasih Allah kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERPISAHAN

PERPISAHAN Cinta Jika kau ingin pergi dariku Tolong tinggalkanlah sebuah narkoba Agar candunya menggantikan candumu Cinta Pikirkanlah sekali lagi Aku akan terluka Bila kau tinggalkan aku sendiri Cinta Bila kau pergi Tidak akan ada lagi cahaya Bahkan tak ada lagi semangat pada diri ini Aku tahu Aku lelaki paling sesat Yang tak tahu malu Mengharapkan kisah kita tak sesaat Cinta Aku mohon jangan kau pergi Karena kepergianmu akan menjadi luka Yang akan membuat banjir netra ini Cinta Aku tahu aku tak pantas mengharapkan apapun Bahkan mengharapkan restu dari papa dan mama Itu hanya sebatas angan dan lamun Namun cinta Percayalah padaku Jika kamu pergi dari ku Hidupku tak lagi berguna Dan bila kamu tetap pergi Aku akan tetap berdiri disini Memunguti kepingan hati Dan merawatnya sampai kau kembali Karya: Kanaya Ardellia Putri & Lesta Humendru

TAKUT KEMATIAN

Orang yang telah mati itu datang keluar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka, "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi." ( Yohanes 11:44 ) Yesus Membangkitkan Lazarus Banyak ketakutan dialami manusia. Contohnya takut gelap, takut ketinggian, takut membuat kesalahan dan takut menderita kerugian. Dari semua ketakutan itu, ada satu ketakutan terbesar, yakni takut akan kematian. " Itu karena tidak ada orang yang punya pengalaman kematian , " seseorang menuturkan pendapatnya kepada saya. Meskipun diluar sana banyak asumsi dan banyak yang mengalaminya, namun cerita dari mereka masih belum kita rasakan. Bila kita mencari di seluruh dunia ini, tidak akan kita temukan seorang yang mampu memberi tahu bagaimana rasanya mati. Semua cerita tentangnya seakan hanya seperti dongeng belaka.  Manusia mayoritas memiliki sifat percaya setelah mengalami sesuatu. Makanya cerita tentang kematian...